Langsung ke konten utama

Tatap Mata




Menatap nanar ke arah jalan di depanku
Tubuhku bergetar hebat
Semua kenangan kelam itu berbondong masuk ke dalam memori
Membuat kepalaku pening
Membuat tubuhku menjadi goyah
Dan aku merasakan seseorang menopangku
Genggaman tangannya terasa pas di tanganku
Senyumannya yang hangat itu seolah mengusir awan gelap
Tatapan mata itu mengunci pandanganku
Membuatku tak dapat berpaling darinya
Membuatku tanpa sadar ikut melangkah bersamanya
Hembusan angin di sekitarku terdengar seperti nyanyian
Satu nyanyian di musim hujan yang indah
Kau terus menuntunku
Entah kenapa aku ikut bersamamu
Bagiku…
Kau adalah orang asing yang tak sengaja menyentuh hidupku
Aku tak mengenalmu baik
Dan kau tak mengenalku baik
Anehnya…
Aku mampu terbius akan mata dan senyuman itu
Hatiku berteriak untuk berhenti
Hatiku berteriak untuk menjauh
Tapi aku tak mampu melakukannya
Aku kalah telak akan mata yang indah itu
Aku kalah telak akan senyuman yang bersinar itu
Dan aku jelas tak bisa lepas dari genggaman tangan ini
Matahari tersenyum padaku
Angin membisikkan kata bahagia untukku
Namun…
Awan menatapku khawatir
Awan memberikan tatapan peringatannya
Lalu aku…
Aku di sini hanya dapat mengikutinya
Tanpa bisa melawan walaupun ingin
Aku akan menikmati proses ini
Menikmati langkahku melewati jalan ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Menulis...

Aku masih menulis, Menulis tentang masa-masa yang telah aku tinggal jauh di belakang, Masih berangan tentang mawar yang aku usahakan untukmu, Masih berangan tentang binar matamu yang aku pikir hanya untukku kala itu, Masih berangan tentang bercerita di depan api unggun yang kamu nyalakan musim dingin itu. Aku masih menulis, Menulis tentang sinar pancaran matamu saat kamu bercerita, Menulis tentang indah garis lengkung bibirmu saat kamu tersenyum, Menulis tentang merdu suara tawamu saat kamu tertawa. Aku masih menulis, Menulis tentang kemungkinan-kemungkinan dunia paralel yang kamu ceritakan itu benar adanya, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita sedang mewujudkan impian-impian kita, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita saling bergerak tanpa ada rasa takut. Aku masih menulis, Menguatkan ingatanku yang mulai memburam tentang apa-apa tentangmu, Menguatkan bayangmu yang perlahan mulai menghilang, Menguatkan kisah-kisah yang kita pernah bakar h...

The Way I Love You

Semua yang berkaitan dengannya nyatanya tak pernah berakhir baik-baik saja. Lagu yang sering dia putar, makanan yang selalu dia pesan, bahkan setiap tempat yang selalu dia dan aku datangi. Semua tak pernah menjadi hal yang berakhir baik jika aku bertemu dengannya. Semua hal itu akan selalu mendatangkan jutaan kenangan yang lama telah aku coba untuk lupakan. Termasuk jalanan yang saat ini sedang aku pandangi. Sebuah jalan bernama Malioboro yang dulunya menjadi tempat nomor satu bagiku. Lalu lalang manusia tidak membuat otakku berhenti bekerja dalam menghentikan semua kenangan yang mendadak datang bagaikan sebuah film yang aku tonton di tv usang. Samar namun menguat di saat bersama. Memburam tapi tercetak kuat di saat bersamaan. Membuatku menggila. Membuatku sesak akan dorongan rindu yang tidak boleh aku rasakan kembali. He is sensible and so incredible Mencoba menghapus bayangannya dengan memikirkan seseorang yang beberapa bulan ini selalu menemaniku. Mencoba untuk meyakinkan hati...

Tentang Aku dan Kamu

Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...