Langsung ke konten utama

Surat Cinta untuk Adik-adikku

Ingatanku berkelana,
Tubuhku di sini,
Namun hatiku jauh di kota seberang.
Terdengar di telingaku sayup-sayup canda mereka,
Suara yang ada di dalam memori.
Terlihat di depan mataku senyum manis mereka,
Gambaran yang tersimpan jelas di ruang hati.
Tawa itu tulus,
Senyum itu indah,
Kasih itu menenangkan,
Dan tangisan itu menyayat.
Rindu ini mendera,
Jatuh menghujani tanpa ampun.
Aku termenung di tengah malam,
Memikirkan kekasih yang jauh di sana,
Mengilas balik kembali memori yang tersimpan,
Kisah yang terukir di kota seberang,
Pelukan-pelukan hangat dari tangan kecil itu ingin aku rasakan kembali.
Jika mungkin,
Aku ingin membawa tangan-tangan kecil itu ke kota ini.
Jika mungkin,
Aku ingin menyimpan tawa mereka untukku sendiri.
Jika mungkin,
Aku ingin kasih mereka bukan milik yang lain.
Rasanya, malam ini aku ingin menghubungi doraemon, atau goblin untuk membuatku berada di kota seberang.
Aku membutuhkan mereka,
Untuk ku selalu menjalani kerasnya arus hidup.
Aku membutuhkan mereka,
Untuk pelipur lara dari banyaknya pencipta kesedihan.
Aku membutuhkan mereka,
Menjadi sosok adik yang selalu aku dambakan.
Aku membutuhkan mereka,
Untuk ku miliki cintanya hanya untukku.


Semesta, aku ingin meminta tolong,
Sampaikan cinta dan rinduku untuk malaikat-malaikat kecilku yang ada di kota seberang,
Sampaikan pada mereka bahwa sayangku tak pernah berkurang untuk mereka,
Dan sampaikan bahwa seberapa jauh jarak memisahkan, hati dan pikiranku telah dimonopoli oleh mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Menulis...

Aku masih menulis, Menulis tentang masa-masa yang telah aku tinggal jauh di belakang, Masih berangan tentang mawar yang aku usahakan untukmu, Masih berangan tentang binar matamu yang aku pikir hanya untukku kala itu, Masih berangan tentang bercerita di depan api unggun yang kamu nyalakan musim dingin itu. Aku masih menulis, Menulis tentang sinar pancaran matamu saat kamu bercerita, Menulis tentang indah garis lengkung bibirmu saat kamu tersenyum, Menulis tentang merdu suara tawamu saat kamu tertawa. Aku masih menulis, Menulis tentang kemungkinan-kemungkinan dunia paralel yang kamu ceritakan itu benar adanya, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita sedang mewujudkan impian-impian kita, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita saling bergerak tanpa ada rasa takut. Aku masih menulis, Menguatkan ingatanku yang mulai memburam tentang apa-apa tentangmu, Menguatkan bayangmu yang perlahan mulai menghilang, Menguatkan kisah-kisah yang kita pernah bakar h...

The Way I Love You

Semua yang berkaitan dengannya nyatanya tak pernah berakhir baik-baik saja. Lagu yang sering dia putar, makanan yang selalu dia pesan, bahkan setiap tempat yang selalu dia dan aku datangi. Semua tak pernah menjadi hal yang berakhir baik jika aku bertemu dengannya. Semua hal itu akan selalu mendatangkan jutaan kenangan yang lama telah aku coba untuk lupakan. Termasuk jalanan yang saat ini sedang aku pandangi. Sebuah jalan bernama Malioboro yang dulunya menjadi tempat nomor satu bagiku. Lalu lalang manusia tidak membuat otakku berhenti bekerja dalam menghentikan semua kenangan yang mendadak datang bagaikan sebuah film yang aku tonton di tv usang. Samar namun menguat di saat bersama. Memburam tapi tercetak kuat di saat bersamaan. Membuatku menggila. Membuatku sesak akan dorongan rindu yang tidak boleh aku rasakan kembali. He is sensible and so incredible Mencoba menghapus bayangannya dengan memikirkan seseorang yang beberapa bulan ini selalu menemaniku. Mencoba untuk meyakinkan hati...

Tentang Aku dan Kamu

Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...