Meninggalkanmu adalah sebuah kutukan
Berjalan di jalan yang berbeda denganmu adalah penderitaan
Dan kata brengsek telah menyelinap dalam namaku
Tersesat
Gelap
Tanpa bintang
Tersiksa aku dibuatnya
Satu purnama
Sepuluh purnama
Ratusan purnama
Tak mampu menghilangkan wajahmu dari pikiranku
Wajah yang selalu hadir dalam setiap mimpi di hari hariku yang kelam
Wajah yang selalu membunuhku perlahan
Wajah yang selalu kurindukan
Jarak yang membentangkan kita
Waktu yang memisahkan kita
Aku akan membunuhnya detik ini juga
Tunggulah...
Tunggu aku sejenak...
Esok, ketika kamu terbangun, aku sudah berlutut di depan pintumu
Memberikan alasan bukan hal yang cukup
Mengemis tuk dapat kembali bahkan aku tak pantas melakukannya
Sepeser cintamu pun takkan pantas aku menerimanya
Tapi...
Di lain sisi dari kata brengsek yang telah menyelinap di namaku...
Ijinkan aku, untuk mengharap cintamu
Ijinkan aku, untuk sekedar bercerita tentang ratusan purnama yang kuhadapi
Ijinkan aku, untuk mengemis ampunmu
Ijinkan aku, untuk memelukmu
Ijinkan aku, untuk menciummu
Tuk membuktikan. Menunjukkan.
Bahwa di jarak yang membentangkan kita
Di waktu yang lama tak mempertemukan kita
Aku masih bertahan di sini
Bertahan menjaga singgasana cinta
Berdiri tegap melindungi kenangan
Mengumpulkan pundi pundi keberanian
Tuk sekedar mengatakan...
Aku cinta kamu.
Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...
Komentar
Posting Komentar