Langsung ke konten utama

Aku dan Rara

Hollaa, balik lagi bareng aku :D hahaha. Aku disini mau kenalin kalian sama sahabatku dia juga anggota keluarga Cullen lhoo, namanya Rara dia sahabat aku yang paling paling paling dehh. Mungkin, aku udah pernah post tentang dia. Tapi, untuk yang sekarang ini tentang kisah kebersamaan kita. Bukti ternyata jarak gak bisa misahin kita, dia di Jakarta dan aku di Sidoarjo bukan berarti jarak komunikasiku renggang. Nyatanya? Aku malah dekeeettt banget sama dia, yaa walaupun gak bisa ketemu langsung sih yaa. Aku sahabatan sama dia udah hampir 3 tahun. Mulai dari awal masuk kelas 7 aku ketemu dia, kenal sama dia, trus langsung gitu aja aku sahabatan sama dia bahkan sampe sekarang. Kita emang banyaaaakkk banget perbedaan, bahkan dulu walaupun kita emang deket banget gak jarang kita marahan gitu, tapi abis gitu yaa baikan lagi. Kita juga banyak kesamaannya mulai dari sifat bahkan hal yang di sukai, aku sebutin salah satunya aja yaa kita sama-sama suka Twilight mulai dari film sampe novelnya bahkan sampe pemainnya yang super duper duper duper keren si Robert Pattinson dan Taylor Lautner. Kemarin aku baruu aja telponan sama dia, dan yang aku kagetin dia masih hafal sama suaraku. Kita bicarain banyak hal mulai dari Nem, sekolah, curhat-curhatan, sampe SM*SH hahaha tetep deh yaa, FYI, boyband yg dia suka di Indonesia itu ya SM*SH samaan kan? Trus, dia juga suka sama Bisma. Sering gitu dia pamer kalo di daerahnya yg sekarang ada anak yang miriipp sama Bisma. Aku juga jadi suka Hello Kitty gara-gara Rara dan dia jadi suka merah gara-gara aku. Daann Nemku sama dia itu sama cuma tinggian dia sihh. Ahh, jadi kangen deh sama Rara :') . Ya Allah, aku cuma berharap aku bisa sahabatan terus sama dia kalo bisa sih aku ketemu sama dia. Aku pengen peluk dia kalo ketemu nanti. Oh iya, feeling kita ituu kayak gimana gitu misalnya nih, aku lagi ada yg pengen di ceritain gitu ke dia cuma aku gak enak atau takut gitu, ntar juga dia tanya duluan ke aku trus baru akunya cerita ke dia. Bahkan, dia itu inget apa yg aku lakuin atau ucapin dulu, padahal akunya juga belum tentu inget .-. hehehe. Trus, kalo andaikan ketemu gitu dia itu paling bisa baca ekspresi mukaku, jdi dia tau kalo aku lagi sedih atau bete, trus ntar tiba-tiba nanya "kamu kenapa? Mukanya kok gitu? Cerita dong". Kita itu anaknya sama-sama cerewetnya jadi dulu waktu ada tugas debat dan aku sekelompok sama dia udah deh debatnya kagak berhenti-berhenti. All the memories of me and her is the sweetest and best memories of my life. And I hope we will remain a friend until whenever.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Menulis...

Aku masih menulis, Menulis tentang masa-masa yang telah aku tinggal jauh di belakang, Masih berangan tentang mawar yang aku usahakan untukmu, Masih berangan tentang binar matamu yang aku pikir hanya untukku kala itu, Masih berangan tentang bercerita di depan api unggun yang kamu nyalakan musim dingin itu. Aku masih menulis, Menulis tentang sinar pancaran matamu saat kamu bercerita, Menulis tentang indah garis lengkung bibirmu saat kamu tersenyum, Menulis tentang merdu suara tawamu saat kamu tertawa. Aku masih menulis, Menulis tentang kemungkinan-kemungkinan dunia paralel yang kamu ceritakan itu benar adanya, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita sedang mewujudkan impian-impian kita, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita saling bergerak tanpa ada rasa takut. Aku masih menulis, Menguatkan ingatanku yang mulai memburam tentang apa-apa tentangmu, Menguatkan bayangmu yang perlahan mulai menghilang, Menguatkan kisah-kisah yang kita pernah bakar h...

The Way I Love You

Semua yang berkaitan dengannya nyatanya tak pernah berakhir baik-baik saja. Lagu yang sering dia putar, makanan yang selalu dia pesan, bahkan setiap tempat yang selalu dia dan aku datangi. Semua tak pernah menjadi hal yang berakhir baik jika aku bertemu dengannya. Semua hal itu akan selalu mendatangkan jutaan kenangan yang lama telah aku coba untuk lupakan. Termasuk jalanan yang saat ini sedang aku pandangi. Sebuah jalan bernama Malioboro yang dulunya menjadi tempat nomor satu bagiku. Lalu lalang manusia tidak membuat otakku berhenti bekerja dalam menghentikan semua kenangan yang mendadak datang bagaikan sebuah film yang aku tonton di tv usang. Samar namun menguat di saat bersama. Memburam tapi tercetak kuat di saat bersamaan. Membuatku menggila. Membuatku sesak akan dorongan rindu yang tidak boleh aku rasakan kembali. He is sensible and so incredible Mencoba menghapus bayangannya dengan memikirkan seseorang yang beberapa bulan ini selalu menemaniku. Mencoba untuk meyakinkan hati...

Tentang Aku dan Kamu

Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...