Langsung ke konten utama

About Veve

Nama panjangnya Alfathania Verdianti. Lahir tanggal 18 Oktober 1996. Hobinya sih masak :D . Cita citanya pengen punya cafe sendiri , bisa banggain keluarga , jadi pengusaha sukses *Amiin . Warna favoritnya ungu , abu abu , sama merah :D.

Aku kenal sama dia ya pas kelas 7 tapi gak deket banget trus aku dulu manggilnya lengkap banget 'Alfathania' kalo sekarang sih Veve :D. Aku baru deket banget sama ini bocah satu waktu konfigurasi akhir kelas 7 trus pas kelas 8 sekelas lagi :D makin deket dweh :D. Tapi yg bener bener dueeeket banget pas akhir kelas 8 sering cerita cerita tentang cowok gitu haha :D. Sekarang aku sekelas sama dia juga bahkan duduk sebangku :D. Dia itu asik kalo di ajak ngomong , tapi ya gitu mesti teledor terus kadang kadang suka odong gitu :p , cewek satu ini bisa banget masak tapi lebih lagi kalo makan , mesti kalo pas istirahat abis makan nasgor bareng mesti beli jajan lagi katanya 'belum kenyang lho' trus dia itu kalo moto bagus tapi lebih suka di foto*narsis :D. Kalo di kelas demen banget nggarai anak , tapi kalo di garai dianya marah marah -____- , kalo njiwit lho suakit banget gitu apalagi pas mukul. Pokoknya bangkuku itu gak pernah sepi ehh pernah deng kalo pas dia lagi tidur, nih bocah cepet banget kalo mau tidur heran dehh. Kalo lagi hening gitu tiba tiba aku liat dia udah tidur aja -___- . Tapi anak ini itu SABAR banget :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Menulis...

Aku masih menulis, Menulis tentang masa-masa yang telah aku tinggal jauh di belakang, Masih berangan tentang mawar yang aku usahakan untukmu, Masih berangan tentang binar matamu yang aku pikir hanya untukku kala itu, Masih berangan tentang bercerita di depan api unggun yang kamu nyalakan musim dingin itu. Aku masih menulis, Menulis tentang sinar pancaran matamu saat kamu bercerita, Menulis tentang indah garis lengkung bibirmu saat kamu tersenyum, Menulis tentang merdu suara tawamu saat kamu tertawa. Aku masih menulis, Menulis tentang kemungkinan-kemungkinan dunia paralel yang kamu ceritakan itu benar adanya, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita sedang mewujudkan impian-impian kita, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita saling bergerak tanpa ada rasa takut. Aku masih menulis, Menguatkan ingatanku yang mulai memburam tentang apa-apa tentangmu, Menguatkan bayangmu yang perlahan mulai menghilang, Menguatkan kisah-kisah yang kita pernah bakar h...

The Way I Love You

Semua yang berkaitan dengannya nyatanya tak pernah berakhir baik-baik saja. Lagu yang sering dia putar, makanan yang selalu dia pesan, bahkan setiap tempat yang selalu dia dan aku datangi. Semua tak pernah menjadi hal yang berakhir baik jika aku bertemu dengannya. Semua hal itu akan selalu mendatangkan jutaan kenangan yang lama telah aku coba untuk lupakan. Termasuk jalanan yang saat ini sedang aku pandangi. Sebuah jalan bernama Malioboro yang dulunya menjadi tempat nomor satu bagiku. Lalu lalang manusia tidak membuat otakku berhenti bekerja dalam menghentikan semua kenangan yang mendadak datang bagaikan sebuah film yang aku tonton di tv usang. Samar namun menguat di saat bersama. Memburam tapi tercetak kuat di saat bersamaan. Membuatku menggila. Membuatku sesak akan dorongan rindu yang tidak boleh aku rasakan kembali. He is sensible and so incredible Mencoba menghapus bayangannya dengan memikirkan seseorang yang beberapa bulan ini selalu menemaniku. Mencoba untuk meyakinkan hati...

Tentang Aku dan Kamu

Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...