Langsung ke konten utama

About Me

Namaku Nurul Fauziah tapi anak-anak biasa manggil Cullen*baca Cul Len* aku anak kedua dari 2 bersaudara . aku lahir di Surabaya tanggal 01 Juni !996. aku punya 1 kakak yg kadang baik kadang nyebelin , tpi lebih banyak nyebelinnya sih -___- . Hobiku paling cuma baca novel , dengerin lagu , nonton film favoritku sma online :D . Cita-citaku banggain ortu , bisa jadi Psikolog , ato gak fotografer , ato gak guru :D.  Warna favoritku Merah*pasti* , Hitam , Abu-abu. 


Kata anak-anak pipiku tembem -__- , padahal gak tembem-tembem amat. Anak-anak klo ngilokin aku pasti ngilokin pipiku. Aku gak bisa jauh dari yang namanya HAPE! walaupun gak buat smsan kalo gak ada hape itu hidupku sepi*alay . Aku suka film The Twilight Saga , apalagi aku udah punya keempat seri novelnya. Kalo lagi berantem sama kakak gak bisa biasa, mesti sama-sama teriak-teriaknya. Paling BM kalo gak ngerti gurunya ngomong apa. Paling mangkel kalo ada yg ngilokin idolaku. Katanya anak-anak kalo aku BM itu gak enak banget di ajak ngomong*jelaslah lagi BM . Takut banget kalo udah ketemu kecoak, pengen tak pukul tpi ya gak bisa orang akunya takut. Susah kalo di suruh ngezombie*nginsomnia tpi klo udah niat banget INSYAALLAH bisa. Paling gak suka kalo di banding-bandingin*bikin emosi ae. Terus gak suka di suruh nunggu apalagi nunggu yg gak pasti udah gak bsa sabar aku klo kayak gitu. ANTI banget sama yang namanya PEDES apalagi SAMBEL , tpi klo gak seberapa pedes aku agak agak mau. Bisa tahan beberapa jam di depan laptop, beberapa jam duduk/tiduran sambil baca novel. Suka gak denger bahkan gak sadar kalo ada yg manggil pas aku lagi konsen baca novel/cerpen baik dari buku ataupun laptop. Sering banget pukul-pukulan dan jiwit-jiwitan sama ayah*buat bercandaan.

Komentar

  1. hahaha,emang pipimu tembem kok cull XD
    *gabole marah aku yo nyempluk :p

    BalasHapus
  2. Hadah -____- , sesama tembem gak boleh mendahului :p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Aku dan Kamu

Teruntuk sang kekasih, Kamu mungkin nanti tak akan melihatku bingung memilih satu baju dengan baju lainnya, atau satu tas dengan tas lainnya. Tapi, kamu akan menemukanku bingung antara satu judul buku dengan judul lainnya. Memilih buku dari penulis favoritku atau buku dengan sinopsis yang menarik hatiku. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat mendatangi konser salah satu grup idolaku, karena kamu dan aku sama-sama tahu bahwa orang tuaku tak akan merestui. Tapi, kamu akan melihatku bersemangat dengan talkshow dari salah satu penulis favoritku, penulis-penulis hebat yang melahirkan banyak karakter yang membuatku mencinta. Kamu mungkin tak akan melihatku bersemangat memasuki pusat perbelanjaan. Karena tempat itu selalu sukses membuatku lelah terlebih dahulu. Tapi, kamu mungkin akan melihatku tak pernah lelah untuk berjalan sepanjang jalan malioboro, menikmati perjalanan jauh untuk mencapai pantai yang tenang, atau bahkan mengelilingi kota Jogja. Kamu mungkin akan menemu...

The Way I Love You

Semua yang berkaitan dengannya nyatanya tak pernah berakhir baik-baik saja. Lagu yang sering dia putar, makanan yang selalu dia pesan, bahkan setiap tempat yang selalu dia dan aku datangi. Semua tak pernah menjadi hal yang berakhir baik jika aku bertemu dengannya. Semua hal itu akan selalu mendatangkan jutaan kenangan yang lama telah aku coba untuk lupakan. Termasuk jalanan yang saat ini sedang aku pandangi. Sebuah jalan bernama Malioboro yang dulunya menjadi tempat nomor satu bagiku. Lalu lalang manusia tidak membuat otakku berhenti bekerja dalam menghentikan semua kenangan yang mendadak datang bagaikan sebuah film yang aku tonton di tv usang. Samar namun menguat di saat bersama. Memburam tapi tercetak kuat di saat bersamaan. Membuatku menggila. Membuatku sesak akan dorongan rindu yang tidak boleh aku rasakan kembali. He is sensible and so incredible Mencoba menghapus bayangannya dengan memikirkan seseorang yang beberapa bulan ini selalu menemaniku. Mencoba untuk meyakinkan hati...

Aku Masih Menulis...

Aku masih menulis, Menulis tentang masa-masa yang telah aku tinggal jauh di belakang, Masih berangan tentang mawar yang aku usahakan untukmu, Masih berangan tentang binar matamu yang aku pikir hanya untukku kala itu, Masih berangan tentang bercerita di depan api unggun yang kamu nyalakan musim dingin itu. Aku masih menulis, Menulis tentang sinar pancaran matamu saat kamu bercerita, Menulis tentang indah garis lengkung bibirmu saat kamu tersenyum, Menulis tentang merdu suara tawamu saat kamu tertawa. Aku masih menulis, Menulis tentang kemungkinan-kemungkinan dunia paralel yang kamu ceritakan itu benar adanya, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita sedang mewujudkan impian-impian kita, Menulis tentang kemungkinan di dunia paralel itu kita saling bergerak tanpa ada rasa takut. Aku masih menulis, Menguatkan ingatanku yang mulai memburam tentang apa-apa tentangmu, Menguatkan bayangmu yang perlahan mulai menghilang, Menguatkan kisah-kisah yang kita pernah bakar h...